
BEOGRAD - Aleksandar Vucic mengakhiri masa jabatannya sebagai Presiden Serbia setelah mengumumkan pengunduran diri pada Minggu (27/9/2026), menjelang pelaksanaan pemilu parlemen yang dipercepat.
Keputusan tersebut disampaikan Vucic dari istana kepresidenan. Dalam pidatonya, ia menyebut pernyataan yang disampaikannya saat itu akan menjadi pidato terakhirnya sebagai kepala negara Serbia.
Pengunduran diri itu dilakukan ketika Vucic masih menjalani periode kedua kepresidenannya. Berdasarkan ketentuan konstitusi Serbia, seorang presiden tidak dapat mencalonkan diri untuk masa jabatan ketiga.
Meski meninggalkan kursi kepresidenan, Vucic masih berencana melanjutkan karier politiknya. Ia disebut akan maju dalam pemilu sebagai kandidat dari Partai Progresif Serbia (SNS), partai yang saat ini berkuasa, dengan target memperoleh posisi sebagai perdana menteri.
Langkah tersebut membuat pengunduran dirinya tidak serta-merta berarti Vucic meninggalkan pemerintahan. Ia justru berpotensi kembali menduduki posisi penting melalui jalur parlemen dan pemerintahan.
Konstitusi Serbia mengatur bahwa pemilu presiden baru harus digelar paling lambat tiga bulan setelah presiden mengundurkan diri. Dengan demikian, keputusan Vucic akan memicu proses politik baru untuk menentukan penggantinya di kursi kepresidenan.
Pengunduran diri tersebut terjadi ketika masa kepemimpinan Vucic sebenarnya juga semakin mendekati akhir. Namun, ia memilih mengakhiri masa jabatannya lebih awal sekaligus mempersiapkan pencalonan untuk posisi perdana menteri.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |