
NEWYORK - Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono menyampaikan pandangan Indonesia mengenai persoalan Palestina dalam Sidang ke-81 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York. Ia menyebut situasi Palestina sebagai salah satu ujian paling nyata bagi komitmen masyarakat internasional dalam menegakkan hukum internasional.
Pernyataan tersebut disampaikan Sugiono saat membacakan pernyataan nasional Indonesia di hadapan Sidang Umum PBB, Sabtu waktu setempat.
Menurut Sugiono, keberadaan institusi internasional akan memiliki kekuatan apabila negara-negara di dunia secara konsisten mempertahankan prinsip yang telah disepakati bersama, termasuk hukum internasional.
“Dalam hal tersebut, Palestina tetap menjadi salah satu ujian paling jelas terhadap prinsip ini, serta ujian bagi hati nurani kita,” ujar Sugiono.
Ia menyoroti kondisi yang terjadi di Jalur Gaza dan Tepi Barat. Menurutnya, berbagai pelanggaran yang terus berlangsung menunjukkan masih adanya persoalan dalam penerapan prinsip-prinsip yang tercantum dalam Piagam PBB, Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (UDHR), serta Konvensi Jenewa 1949.
Sugiono menegaskan bahwa Indonesia akan tetap mendukung perjuangan rakyat Palestina untuk memperoleh hak menentukan nasib sendiri.
Ia mengatakan sikap tersebut juga berkaitan dengan pengalaman Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan dan menghadapi kolonialisme.
“Indonesia telah mencicipi perjuangan melawan kolonialisme pada masa di mana hukum internasional lemah dan yang kuat pasti berkuasa,” katanya.
Dalam pidatonya, Sugiono kembali menyampaikan dukungan Indonesia terhadap terwujudnya negara Palestina yang merdeka dan berdaulat.
Indonesia, kata dia, mendukung penyelesaian konflik melalui solusi dua negara yang berlandaskan hukum internasional serta parameter yang telah disepakati secara internasional.
Sugiono menilai persoalan Palestina tidak semata-mata menyangkut kawasan Timur Tengah. Menurutnya, isu tersebut juga berkaitan dengan kemampuan sistem multilateral dalam mempertahankan prinsip-prinsip yang telah dibentuknya.
“Palestina bukan hanya isu satu kawasan. Palestina adalah ujian untuk melihat apakah sistem multilateral dapat membela prinsip yang diciptakannya dan dapat menegakkannya di saat yang paling dibutuhkan,” tutur Sugiono.
Ia juga menekankan pentingnya konsistensi dalam menegakkan hukum internasional di tengah upaya reformasi berbagai institusi global. Menurut Sugiono, penguatan hukum internasional menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan sistem multilateralisme.
“Kedaulatan harus dihargai dan kolonialisme harus diakhiri,” ujarnya.
Sugiono hadir di New York sebagai kepala delegasi Indonesia dalam Sidang Majelis Umum PBB 2026. Ia tiba di kota tersebut sejak Senin (21/9/2026) dan sebelumnya telah mengikuti sejumlah pertemuan tingkat tinggi serta agenda bilateral sebelum menyampaikan pernyataan nasional Indonesia.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |